Senin, 22 September 2014

Day 4 : Critical Thinking & Logika(deduksi dan induksi)

Critical Thinking


Merasionalisasikan kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati/memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu (Chaffee, 1990)

Pemeriksaan/pengamatan atas sesuatu asumsi tentang bukti terbaru dan mengintepretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu perspektif baru (Strader, 1992)
Karakteristik berpikir kritis:
1. Rasional, reasonable, reflektif
2. Melibatkan skepticism yang sehat dan konstruktif
3. Otonomi
4. Kreatif
5. Adil
6. Dapat dipercaya dan dilakukan

5 Model berpikir kritis:
: Total Recall
: Habits
I  : Inquiry
: New ideas and creativity
: Knowing how you think

Logika

Logika dari bahasa Yunani yaitu logikos berarti: sesuatu yang diungkapkan/diutarakan lewat bahasa.
Logika: cabang filsafat yg mempelajari, menyusun, dan membahas asas2/aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.

Obyek logika, yaitu:
Objek material logika adalah manusia itu sendiri.
Objek formal logika ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.

Macam-macam logika:
1. Logika Kodrati
Suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan.
2. Logika Ilmiah
Berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat, sehingga kesesatan dapat dihindari.

Logika formal adalah logika yang berbicara tentang kebenaran bentuk. Sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran bentuk, bila konklusinya kita tarik secara logis dari premis atau titik pangkalnya dengan mengabaikan isi kandung dalam argumentasi tersebut
Misalnya :
Semua pegawai negeri adalah penerima gaji
Semua pegawai swasta adalah penerima gaji
Jadi,pegawai negeri ialah pegawai swasta

Contoh diatas memperlihatkan susunan penalaran yang tidak tepat dengan demikian penalaran tersebut tidak memiliki penalaran bentuk.

Sementara Logika material adalah logika yang membahas tentang kebenaran isi. Logika material disebut juga logika mayor.
Misalnya:
Semua manusia memiliki kaki
Budi memiliki kaki
Jadi, Budi adalah manusia.

Dosen Pengajar :
Bapak Carolus Suharyanto, Lic.Theol.
Bapak Mikha Agus Widianto, M.Pd.

Sumber :
Materi Kuliah Pertemuan IV

Jumat, 19 September 2014

4 komentar: