Minggu, 28 September 2014

Day 6 : Filsafat Manusia (Pengantar)

Apa itu filsafat manusia?

- Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia. 
- Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia.
- Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia.

Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.

Apa perlunya mempelajari filsafat manusia?

Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib (sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”.
Manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Boleh saja tidak harus tahu segala hal, tapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.

Beberapa filsuf yang membahas Filsafat Manusia, antara lain :
- Plato
Aristoteles
- —Merleau-Ponty
—- Paul Ricoeur
—- Martin Heidegger
—- Soren Kierkegaard
—- Emmanuel Levinas
—- Gabriel Marcel
—- Jacques Lacan
—- Jacques Derrida
- dll.

Metode Filsafat Manusia
a. Refleksi
b. Analisa transendental
c. Sintesa
d. Ekstensif
e. Intensif
f. Kritis

Objek Filsafat Manusia
Objek material: manusia
- Objek formal: esensi manusia, strukturnya yang fundamental
- Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan.

Max Scheler dan Heidegger


Tak ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya.

A.Heschel dalam "Who is man?", Stanford University Press, 1965

Filsafat mempunyai perhatian terhadap manusia dalam totalitasnya, bukan dalam aspek ini atau itu. setiap ilmu terspesialisasi (antropologi, linguistik, fisiologi, kedokteran, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik), betapapun kerasnya usaha mereka, mereka tetap membatasi totalitas dari individu dengan memandangnya dari segi salah satu fungsi, atau dari dorongan tertentu. Pengetahuan kita tentang manusia terpecah-pecah: kerapkali kita menggantikan keseluruhan dengan salah satu bagian. Kita berusaha menghindari kesalahan itu.

Dosen Pengajar :
Bapak Bonar Hutapea, M.Si Psi

Sumber :
Materi Kuliah Pertemuan VI

Selasa, 23 September 2014
S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar