Kamis, 02 Oktober 2014

Day 8: Manusia dan Afektivitasnya

Materi yang dibahas hari ini sangatlah menarik, karena erat hubungannya dengan cinta. Berikut adalah ringkasan materinya ;)

Kekayaan dan Kompeksitas Afekticitas Manusia
Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektivitasnya.
Afektivitaslah yang membuat manusia 'berada' di dunia, berpartisipasi dengan orang lain.
Afektivitaslah yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
Bagaimana disposisi afektif dasariah si subyek terhadap obyeknya?
-Seluruh kehidupan afektif berputar pada dua kutub yang bertentangan satu sama lain: mengarah pada obyek karena menyukainya, atau berpaling darinya karena menganggapnya buruk.
Cinta = buah afektivitas positif, benci= buah afektivitas negatif. Sebenarnya cintalah yang paling dasariah.
Sikap mana yang diambil afektivitas berhadapan dengan obyek?
-Terhadap obyek yang dianggap berguna subyek mencintainya. Ini disebut cinta utilitaris/bermanfaat.
Bagaimana sikap subyek dapat ditentukan secara afektif oleh obyeknya? Dibedakanperasaandanemosi’.
-Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana subyek menguasai obyek. Keadaan afektif yang berbeda-beda ini disebuthasrat-hasrat jiwa’ (Thomas Aquinas).
Meninjau ciri khas kebenaran afektivitas yang disebutsuasana hati.’ Orang bersuasana hati baik: bila semua kemampuan bekerja dengan baik.
Apa yang bukan perbuatan afektif?
Cinta membuktikan diri dalam perbuatan-perbuatan. Cinta mendahului perbuatan-perbuatan.
(Jadi....cinta tanpa perbuatan itu omong kosong, ini udah ada teorinya :P)
Kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa: Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tapi juga menyangkut hal yang spiritual.
Apa yang merupakan perbuatan afektif?
Hidup afektif atau afektivitas=seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.
Perbuatan afektif sedikit mirip dengan ‘perbuatan mengenalkarena dianggap perbuatan vital/imanen. Tapi perbuatan afektif beda dengan ‘perbuatan mengenalkarena perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan padaperbuatan mengenalsubyek membuka diri pada obyek.

Kondisi Afektivitas Manusia
Agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek perbuatan afektifnya.
Apakah kesenangan harus dicurigai? Saya hidup dibawahcara afektifkesenangan, bila saya sungguh bersatu dalam perasaan dan pikiran dengan apa yang baik bagi saya. Kesenangan=perasaan yg dialami subyek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik.

Catatan Tentang Cinta Akan Diri, Sesama, dan Tuhan
Orang sering menganggap cinta diri sendiri adalah egoisme, maka tidak baik. Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh.
Egoisme menolak setiap perhatian otentik pada orang lain. Orang egois hanya mengambil untung dari segala sesuatu yang ada.
Jika kita mencintai Tuhan dengan seluruh jiwa/hati, tidakkah itu sama dengan mengasingkan diri dari diri sendiri? Tidak. Tuhan tidak melawan kita. Ia transenden dan imanen.
St. Agustinus: Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing. Ia = dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi. Makin saya mendekati orang lain, makin saya mendekati Tuhan.

Dosen Pengajar :
Bapak Mikha Agus Widianto, M.Pd

Sumber :
Materi Kuliah Pertemuan VIII

Jumat, 26 September 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar