Sabtu, 04 Oktober 2014

Day 9 : Field Trip To Setu Babakan

Hai! Kemarin saya, bersama dengan teman-teman fakultas psikologi angkatan tahun 2014, melakukan field trip atau kuliah terbuka ke Kampung Betawi. Kampung Betawi sendiri terletak di  Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta SelatanIndonesia dekat Depok. Perjalanan kami lakukan menggunakan bus, kurang lebih selama 1 jam.

Sesampainya di sana, kami disambut oleh suasana cerah, walaupun sedikit panas karena terik matahari. Sebelum memulai melakukan wawancara, kami diberi sedikit pengarahan, mengenai pentas seni, tempat berkumpul, dan lain-lain.

Di sana, banyak macam makanan yang dijual. Mulai dari Bir Pletok, Kembang Goyang, Rambut Nenek, Mie Ayam, Ketoprak, hingga Es Potong, semuanya lengkap berjejer di sepanjang jalan.

Ini dia Bir Pletok... Eiitts, tenang ini tidak mengandung alkohol...

Dodol asli Betawi... Di belakangnya ada kembang goyang lhoo...
Ada yang jual umang-umang juga loh..
Oh iya, selain wisata kuliner, Kampung Betawi Si Pitung ini juga menyuguhkan wisata air, yaitu sepeda air. Sepeda airnya juga lucu, bentuknya bebek.


Oh ya, selama di sana, kami diminta untuk membuat sebuah jurnalisme, semacam liputan mengenai kehidupan di Kampung Betawi. Kami banyak mewawancarai pedagang maupun masyarakatnya. Banyak cerita dari mereka yang sangat inspiratif.
Seperti cerita dari Bapak Abdul Rojak, yang merupakan pedagang kerak telor. Ia telah menggeluti usahanya ini selama 12 tahun. Sungguh luar biasa. Selain tekun dan ulet, ia juga taat beribadah.
Di samping itu, kami juga sempat mewawancarai Bapak Merdi Sihombing. Beliau adalah seorang fashion designer Indonesia, yang terus aktif dalam berkarya. Ia telah berkeliling Indonesia untuk terus melestarikan dan memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat. Ia berkata bahwa ia tidak mau mengikuti orang lain, tetapi ia ingin maju berbeda dari orang lain.
Terakhir, kami juga bertemu salah seorang tokoh masyarakat yang hebat. Beliau adalah Bapak Indra, yang sudah bekerja di sini sejak tahun 2001. Ia tahu betul perkembangan Kampung Betawi ini sejak baru diresmikan hingga seperti sekarang ini. Ia berpesan kepada kami, "Berjalanlah dari mimpi yang kuat", itulah bagaimana caranya ia bisa berhasil sampai sejauh ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar